Selasa, 27 Januari 2009

LATIHAN UAS SISTEM DATABASE

SOAL LATIHAN PRA UAS SISTEM DATABASE


A. Sebuah Persewaan Film ingin membuat database menggunakan SQL Server. Buatlah database dengan nama VCD_nim anda
Dengan ketentuan :
- (untuk file .mdf)
Name = vcd_dat, filename = 'D:\Lat_SisDat\vcd_dat.mdf'
- (Untuk file .log)
name = vcd_log, filename = 'D:\Lat_SisDat\vcd_log.ldf',

Tabel-tabel yang dibutuhkan diantaranya :



Isilah tabel-tabel tersebut dengan data berikut..........



B. Untuk soal berikut ini tuliskan jawabannya dalam file .sql (file untuk menulis script di Query Analyzer) dengan nama file : Lat_SisDat_nim anda.sql
File disimpan komputer masing-masing dengan membuat folder di D:\LAt_SisDat\

Select Statement
1. Tampilkan daftar seluruh film
2. Tampilkan daftar transaksi yang dikenakan denda
3. Tampilkan daftar film yang tidak disewa
4. Tampilkan daftar seluruh film yang melebihi lama pinjam
5. Tampilkan penyewa yang meminjam sebanyak satu kali

Stored Procedured
6. Buatlah Stored Procedure untuk menghasilkan data informasi mengenai frekuensi peminjaman tiap film diurutkan berdasarkan kode vcd
7. buatlah Stored Procedure untuk menghasilkan data informasi peminjaman film dengan parameter kode transaksi

Trigger
8. Setiap kali ada peminjam ingin meminjam film, maka SQL Server harus memeriksa apakah film yang ingin dipinjam ada atau tidak. Cek apakah film terdaftar atau tidak, Jika tidak terdaftar, tolak transaksi. Jika film tersebut sedang dipinjam, SQL Server juga harus menolak proses tersebut. Status ‘Y’ berarti film sedang dipinjam.
Jika proses berhasil, maka secara otomatis nilai column StatusPinjam dari film tersebut menjadi ‘Y’
9. Setiap kali film dikembalikan (pada saat melakukan proses update pada column TglKembali), SQL Server harus mengembalikan nilai dari column StatusPinjam menjadi ‘T’
10. Pada saat peminjam mengembalikan film, SQL Server harus memeriksa apakah peminjam tersebut terlambat mengambalikan atau tidak. Jika ternyata peminjam terlambat mengembalikan film, maka peminjam dikenakan denda sebesar Rp. 500 perhari. Data tersebut harus otomatis dimasukkan kedalam column Denda (pada saat melakukan proses update pada column kembali)
11. pada saat data transaksi ingin di hapus, maka SQL Server harus mengecek apakah film yang dipinjam sudah dikembalikan apa belum. Jika film belum dikembalikan, SQL Server harus menolak penghapusan tersebut.
12. jika ingin melakukan update atau perubahan data pada tabel MsVcd atau data penyewa, SQL Server harus secara otomatis melakukan perubahan tersebut pada tabel TrPinjam

Soal Bonus (Boleh tidak dikerjakan bila menurut anda tidak perlu) :
1. buatlah suatu laporan menggunakan Crystal Report. Didalam laporan tersebut ditampilkan data mengenai tanggal pinjam, kode VCD, judul, penyewa, tanggal kembali dan denda. Selanjutnya data tersebut ditampilkan dengan mengelompokkannya berdasarkan kode VCD. Untuk masing-masing kode VCD, dibuat perhitungan sub total denda bagi masing-masing judul film. Selanjutnya di bagian paling bawah dihitung total dari sub totalnya.

.................Selamat Mengerjakan..................




JAWABAN


--JAWABAN LATIHAN PRA UAS
--ANDA BISA COPY DATABASE VCD di adiprtm.dikti.net

---------------------
--SELECT STATEMENT
---------------------
--1. tampilkan semua data film
select * from msvcd
--2.Tampilkan daftar transaksi yang dikenakan denda
select * from trpinjam where denda IS NOT NULL
--3. Tampilkan daftar film yang tidak disewa
select judul from msvcd
where not exists
(select kdvcd from trpinjam where kdvcd = msvcd.kdvcd)
--4. Tampilkan daftar seluruh film yang melebihi lama pinjam
select trpinjam.kdtransaksi,trpinjam.kdvcd,judul from msvcd,trpinjam
where trpinjam.kdvcd = msvcd.kdvcd and (trpinjam.tglkembali - trpinjam.tglpinjam) > 6
--5. Tampilkan penyewa yang meminjam sebanyak satu kali
select kdpeminjam from trpinjam
group by kdpeminjam
having count(kdpeminjam) = 1

--------------------
--STORED PROCEDURED
--------------------
---------------------------------------------------------------------------------------------
--6.Buatlah Stored Procedure untuk menghasilkan data informasi mengenai frekuensi peminjaman
-- tiap film diurutkan berdasarkan kode vcd
---------------------------------------------------------------------------------------------
create proc lihat_vcd
as select msvcd.kdvcd,msvcd.judul,count(trpinjam.kdvcd) as frekuensi
from msvcd left outer join trpinjam
on msvcd.kdvcd = trpinjam.kdvcd
group by msvcd.kdvcd,msvcd.judul
order by msvcd.kdvcd asc

--jalankan
exec lihat_vcd

----------------------------------------------------------------------------------------------
--7.buatlah Stored Procedure untuk menghasilkan data informasi peminjaman film dengan
-- parameter kode transaksi
----------------------------------------------------------------------------------------------
create proc lihat_trans
@kdtrans char(5)
as select * from trpinjam
where trpinjam.kdtransaksi = @kdtrans

--jalankan
exec lihat_trans 'TR001'

-------------
--TRIGGER
-------------
----------------------------------------------------------------------------------------------
--8.Setiap kali ada peminjam ingin meminjam film, maka SQL Server harus memeriksa apakah
-- film yang ingin dipinjam ada atau tidak. Cek apakah film terdaftar atau tidak, Jika
-- tidak terdaftar, tolak transaksi. Jika film tersebut sedang dipinjam, SQL Server juga
-- harus menolak proses tersebut. Status ‘Y’ berarti film sedang dipinjam.
-- Jika proses berhasil, maka secara otomatis nilai column StatusPinjam dari film tersebut
-- menjadi ‘Y’
----------------------------------------------------------------------------------------------
create trigger cek_vcd --buat trigger
on trpinjam --di tbl trpinjam
for insert --untuk operasi insert
as
declare @status char(1) --deklarasikan var @status utk menyimpan nilai statuspinjam
select @status = msvcd.statuspinjam from msvcd,inserted --isi var @status dgn nilai statuspinjam
where msvcd.kdvcd = inserted.kdvcd --dgn kondisi

IF @@rowcount = 0 --kondisi if.jika tidak ada record yg dicari, maka
begin
print 'maaf data vcd tidak ada' --cetak
rollback --pembatalan operasi
end
ELSE --kondisi ELSE
select * from msvcd,inserted --ambil data dari tbl msvcd dan tbl INSERTED
where msvcd.kdvcd = inserted.kdvcd --dimana msvcd.kdvcd=inserted.kdvcd
begin
if @status = 'Y' --jika nilai @status = 'Y' ,maka.......
begin
print 'maaf film sedang dipinjam' --cetak
rollback --batalkan proses
end
else --selain itu, bila @status = 'T', maka.....
begin
update msvcd --update tabel msvcd
set msvcd.statuspinjam = 'Y' --isi statuspinjam dgn nilai 'Y'
from inserted --nilai diambil dari tbl INSERTED
where msvcd.kdvcd=inserted.kdvcd --dgn kondisi
end
end

--<>
--COBA ANDA UBAH DATA DIBAWAH INI SESUAI DGN FIL YG MEMILIKI STATUSPINJAM 'Y' ATAU 'T'
--BAGAIMANA PERUBAHAN YG TERJADI ?????
insert into trpinjam(kdtransaksi,tglpinjam,kdpeminjam,kdvcd,lamapinjam)
values('TR010','2008-01-08','P0002','KR002',6)
GO
select * from trpinjam
GO
select * from msvcd
GO
---------------------------------------------------------------------------------------------
--9.Setiap kali film dikembalikan (pada saat melakukan proses update pada column TglKembali),
-- SQL Server harus mengembalikan nilai dari column StatusPinjam menjadi ‘T’
---------------------------------------------------------------------------------------------
create trigger ubah_nilai
on trpinjam
for update
as

select * from inserted --pilih record dari tbl Inserted (tbl sementara yg menampung nilai baru)
update msvcd --update tbl msvcd
set statuspinjam = 'T' --isi field statuspinjam dgn nilai 'T'
from Inserted --nilai diambil dari tabel inserted (tabel yg menampung nilai baru)
where msvcd.kdvcd = inserted.kdvcd --dgn kondisi

--<>
select * from trpinjam
go
select * from msvcd
go
update trpinjam
set tglkembali = '2008-01-11'
where kdtransaksi = 'tr008'
go
------------------------------------------------------------------------------------------------
--10.Pada saat peminjam mengembalikan film, SQL Server harus memeriksa apakah peminjam
-- tersebut terlambat mengambalikan atau tidak. Jika ternyata peminjam terlambat mengembalikan
-- film, maka peminjam dikenakan denda sebesar Rp. 500 perhari. Data tersebut harus otomatis
-- dimasukkan kedalam column Denda (pada saat melakukan proses update pada column kembali)
------------------------------------------------------------------------------------------------
create trigger cek_denda --buat trigger
on trpinjam --di tabel trpinjam
for update --untuk update
as

declare @hari int --deklarasikan variabel @hari
select @hari = cast(tglkembali - tglpinjam as int) --isi @hari dgn selisih dari tglkembali dgn tglpinjam.
--cast dipergunakan utk konversi nilai date menjadi nilai int
from inserted --data diambil dari tabel inserted (tbl sementara)
where kdtransaksi = inserted.kdtransaksi --dgn kondisi kode = kode dari tabel inserted

if @hari > 6 --jika nilai @hari > dari 6
begin
set @hari = @hari - 6 --isi @hari dgn (@hari - 6)
print 'Anda terlambat mengembalikan'
update trpinjam --update tabel trpinjam
set denda = (@hari * 500) --isi field denda dgn @hari * 500
from Inserted --data diambil dari tabel inserted (tbl sementara)
where trpinjam.kdtransaksi = inserted.kdtransaksi --dgn kondisi/syarat
end

--<>
select * from trpinjam
go
update trpinjam
set tglkembali = '2008-01-11'
where kdtransaksi = 'tr008'
go
----------------------------------------------------------------------------------------------
--11.pada saat data transaksi ingin di hapus, maka SQL Server harus mengecek apakah film
-- yang dipinjam sudah dikembalikan apa belum. Jika film belum dikembalikan, SQL Server
-- harus menolak penghapusan tersebut.
----------------------------------------------------------------------------------------------
create trigger cek_hapus --BUAT TRIGGER
on trpinjam --DI TABEL TRPINJAM
for delete --UNTUK OPERASI DELETE
as
declare @status char(1) --DEKLARASI NILAI @STATUS UTK MENYIMPAN NILAI STATUS
select @status = msvcd.statuspinjam from msvcd, deleted --isi @status dgn nilai statuspinjam dari tbl msvcd
where msvcd.kdvcd = deleted.kdvcd --dgn kondisi msvcd.kdvcd=deleted.kdvcd

if @status = 'T' --jika @status = 'T'
begin
delete trpinjam from trpinjam, deleted --hapus data di TRPINJAM
where trpinjam.kdtransaksi = deleted.kdtransaksi--dgn kondisi kdtransaksi yg sama dari tbl trpinjam dan tbl deleted
end
else
begin
print 'Film belum dikembalikan, tidak bisa melakukan penghapusan data !!'
rollback --perintah pembatalan operasi
end

--<>
select * from trpinjam
go
select * from msvcd
go
delete trpinjam where kdtransaksi = 'tr009'
----------------------------------------------------------------------------------------------
--12.jika ingin melakukan update atau perubahan data pada tabel MsVcd atau data penyewa,
-- SQL Server harus secara otomatis melakukan perubahan tersebut pada tabel TrPinjam
----------------------------------------------------------------------------------------------
--ubah data di tabel msvcd
create trigger ubah_data_msvcd --buat trigger
on msvcd --di tabel msvcd
for update --untuk update
as

select TRPINJAM.kdvcd from TRPINJAM,INSERTED,DELETED --pilih kdvcd dari tabel trpinjam
where TRPINJAM.kdvcd = DELETED.kdvcd --dimana kdvcd dari trpinjam = kdvcd dari tabel Deleted
--tabel DELETED merupakan tabel sementara utk menyimpan nilai yg lama
--tabel INSERTED merupakan tabel sementara utk menyimpan nilai yg baru
update TRPINJAM --update tabel trpinjam
set TRPINJAM.kdvcd = INSERTED.kdvcd from INSERTED,DELETED --isi nilai trpinjam.kdvcd dgn nilai kdvcd dari tabel Inserted (nilai baru)
WHERE TRPINJAM.kdvcd = DELETED.kdvcd --dgn kondisi


--<>
select * from trpinjam --PERHATIKAN RECORD YG MEMILIKI KDVCD 'KM003'
go
select * from msvcd --PERHATIKAN RECORD YG MEMILIKI KDVCD 'KM003'
go
--UBAH DATA RECORD YG MEMILIKI KDVCD 'KM001' MENJADI 'KM003' APABILA DATA BERUBAH, OTOMATIS
--RECORD DI TRPINJAM DGN KDVCD YG SAMA AKAN IKUT BERUBAH
update msvcd --PERINTAH UPDATE TBL MSVCD
set kdvcd = 'KM003' --UBAH KDVCD DARI TBL MSVCD MENJADI 'KM003'
where kdvcd = 'KM001' --UNTUK RECORD YG MEMILIKI KDVCD 'KM001'
go

Minggu, 30 November 2008

ADSI (Materi II)

Jenis Sistem Informasi
Objektif
Mampu menjelaskan berbagai macam sistem informasi beserta kegunaannya
Klasifikasi Sistem Informasi
Didasarkan pada :
Level organisasi
Area fungsional
Dukungan yang diberikan
Aktivitas manajemen
Arsitektur sistem informasi
Sistem Informasi menurut Level Organisasi
Sistem informasi departemen
Contoh : Sistem Informasi SDM (HRIS)
Sistem informasi perusahaan (enterprise information system)
Contoh : sistem informasi perguruan tinggi
Sistem informasi antarorganisasi
Contoh : eCommerce
Kroenke (1992)
Sistem informasi pribadi
Sistem informasi kelompok kerja (workgroup information system)
Sistem informasi perusahaan (enterprise information system)
Tabel Karakteristik
Sistem Informasi Fungsional
Sistem informasi berdasarkan area fungsional
Ditujukan untuk memberikan informasi bagi kelompok orang yang berada pada bagian tertentu dalam perusahaan
Sistem Informasi Fungsional
Sistem Informasi Akuntansi (accounting information system)
SI yang menyediakan informasi yang dipakai oleh fungsi akuntansi (departemen/bagian Akuntansi)
Mencakup semua transaksi yang berhubungan dengan keuangan dalam perusahaan
Sistem Informasi Keuangan (finance information system)
SI yang menyediakan informasi pada fungsi keuangan yang menyangkut keuangan perusahaan.
Misal : Cash Flow dan informasi pembayaran

Sistem Informasi Manufaktur (manufacturing / production information system)
SI yang bekerja sama dengan SI lain untuk mendukung manajemen perusahaan (perencanaan maupun pengendalian) dalam menyelesaikan masalah yang berhubungan dengan produk atau jasa yang dihasilkan
Misal : data bahan mentah, profil vendor baru, jadwal produksi

Sistem Informasi Pemasaran (marketing information system)
SI yang menyediakan informasi yang dipakai oleh fungsi pemasaran
Misal : ringkasan penjualan

Sistem Informasi SDM (human resources information system)
SI yang menyediakan informasi yang dipakai oleh fungsi personalia
Misal : informasi gaji, ringkasan pajak, tunjangan-tunjangan, kinerja pegawai
Sistem Informasi berdasarkan dukungan yang tersedia
Sistem Pemrosesan Transaksi (transaction processing system atau TPS)
Sistem Informasi Manajemen (management information system atau MIS)
Sistem Otomasi Perkantoran (office automation system atau OAS)
Sistem Pendukung Keputusan (decission support system atau DSS)
Sistem Informasi Eksekutif (executive information systematau EIS)
Sistem Pendukung Kelompok (group support system atau GSS)
Sistem Pendukung Cerdas (intelligent support system atau ISS)
Klasifikasi menurut Aktivitas Manajemen
Sistem Informasi Pengetahuan
Sistem Informasi Operasional
Sistem Informasi Manajerial
Sistem Informasi Strategis
Klasifikasi menurut arsitektur sistem
Sistem berbasis mainframe
Sistem komputer pribadi (PC) tunggal
Sistem tersebar atau sistem komputasi jaringan
Sistem Informasi Geografis
Geographical information system / GIS
Sistem berbasis komputer yang digunakan untuk menyimpan dan memanipulasi informasi geografis (Aronoff, 1989)
Digunakan untuk menangani data spasial atau data tentang keruangan
Banyak digunakan untuk pemetaan tanah dan agrikultur, arkeologi, jaringan listrik, dan geologi
Sistem ERP
Enterprise Resource Planning
Merupakan aplikasi bisnis terintegrasi (sistem informasi terintegrasi)
Memiliki modul-modul seperti pengendalian sediaan, utang dagang, piutang dagang, perencanaan kebutuhan material hingga penanganan sumber daya manusia
Perangkat lunak ERP yang terkenal :
SAP
Baan
Oracle
PeopleSoft

ADSI (Materi I)

BAB I
PENGANTAR SISTEM INFORMASI
1.1. Konsep Dasar Sistem
Konsep dasar sistem ada dua pendekatan yaitu penekanan pada prosedurnya
dan penekanan pada komponennya.
Definisi sistem yang lebih menekankan pada prosedur adalah :
suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan,
berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau untuk
menyelesaikan suatu sasaran tertentu.
Suatu prosedur adalah :
suatu urut-urutan operasi klerikal (tulis-menulis), biasanya melibatkan beberapa
orang di dalam satu atau lebih departemen, yang diterapkan untuk menjamin
penanganan yang seragam dari transaksi-transaksi bisnis yang terjadi.
Definisi lain dari prosedur adalah :
urut-urutan yang tepat dari tahapan-tahapan instruksi yang menerangkan apa
yang harus dikerjakan, siapa yang mengerjakannya, kapan dikerjakan dan
bagaimana mengerjakannya.
Definisi sistem yg lebih menekankan pada konponen/elemen adalah :
kumpulan dari elemen-elemen yang berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan
tertentu.
Karakteristik sistem yaitu :
mempunyai komponen, batas sistem, lingkungan luar sistem, penghubung,
masukan, keluaran, pengolah/proses, dan sasaran atau tujuan.
Klasifikasi sistem dari beberapa sudut pandang sebagai berikut :
1. Sistem sebagai sitem alamiah dan sistem buatan manusia.
2. Sistem sebagai sistem abstrak dan sistem fisik.
3. Sistem sebagai sistem tertentu (deterministic) dan sistem tak tentu
(probabilistic)
4. Sistem sebagai sitem tertutup dan sistem terbuka.
I_ Pengantar Sistem Informasi 1
1.2. Konsep Dasar Informasi
Didalam organisasi sangat penting dalam mengelola sumberdaya-sumberdaya
utama seperti buruh, dan bahan mentah, tapi saat ini informasi juga merupakan
sumberdaya yang tidak kalah pentingnya harus dikelola. Para pembuat keputusan
memahami bahwa informasi tidak hanya sekedar produk sampingan bisnis yang
sedang berjalan, namun juga sebagai bahan pengisi bisnis dan menjadi faktor kritis
dalam menentukan kesuksesan atau kegagalan suatu usaha.
Informasi ibarat darah yang mengalir di dalam tubuh suatu organisasi. Sehingga
informasi merupakan salah satu bentuk sumber daya utama dalam suatu organisasi
yang digunakan oleh manager untuk mengendalikan perusahaan dalam mencapai
tujuan.
Definisi informasi adalah :
data yang diolah menjadi bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi yang
menerimanya.
Data adalah : kenyataan yang menggambarkan suatu kejadian–kejadian dan
kesatuan yang nyata. Atau data adalah : representasi dunia nyata yang mewakili
suatu objek seperti manusia (pegawai, mahasiswa, pelanggan), hewan,
peristiwa, konsep, keadaan dll, yang direkam dalam bentuk angka, huruf,
simbol, teks, gambar, bunyi atau kombinasinya.
Siklus informasi :
Data yang masih merupakan bahan mentah yang harus diolah untuk
menghasilkan informasi melalui suatu model. Model yang digunakan untuk
mengolah data tersebut disebut model pengolahan data atau dikenal dengan
siklus pengolahan data (siklus informasi).
INPUT
DATA KEPUTUSAN
TINDAKAN PENERIMA
OUTPUT PROSES
(MODEL)
HASIL TINDAKAN
Kebutuhan informasi didasarkan pada :
I_ Pengantar Sistem Informasi 2
1. kegiatan bisnis yang semakin komplek.
2. Kemampuan komputer yang semakin meningkat.
Output komputer berupa informasi dapat digunakan oleh manager, non manager
ataupun perorangan dalam suatu perusahaan.
Kualistas informasi tergantung pada tiga hal yaitu :
1. Akurat, berarti informasi harus bebas dari kesalahan-kesalahan dan tidak
menyesatkan bagi orang yang menerima informasi tersebut. Akurat juga
berarti informasi harus jelas mencerminkan maksudnya. Dalam prakteknya,
mungkin dalam penyampaian suatu informasi banyak terjadi gangguan
(noise) yang dapat merubah atau merusak isi dari informasi tersebut.
Komponen akurat meliputi :
- Completeness, berati informasi yang dihasilkan atau dibutuhkan harus
memiliki kelengkapan yang baik, karena bila informasi yang dihasilkan
sebagian-sebagian akan mempengaruhi dalam pengambilan keputusan.
- Correctness, berati informasi yang dihasilkan atau dibutuhkan harus
memiliki kebenaran.
- Security, berati informasi yang dihasilkan atau dibutuhkan harus memiliki
keamanan.
2. Tepat waktu, informasi yang diterima harus tepat pada waktunya, sebab
informasi yang usang (terlambat) tidak mempunyai niali yang baik, sehingga
bila digunakan sebagai dasar dalam pengambilan keputusan akan dapat
berakibat fatal. Saat ini mahalnya nilai informasi disebabkan harus cepatnya
informasi tersebut didapat, sehingga diperlukan teknologi-teknologi mutakhir
untuk mendapatkan, mengolah dan mengirimkannya.
3. Relevan, informasi harus mempunyai manfaat bagi si penerima. Relevansi
informasi untuk tiap-tiap orang satu dengan yang lainnya berbeda. Misalnya
informasi mengenai sebab-musabab kerusakan mesin produksi kepada
akuntan perusahaan adalah kurang relevan dan akan lebih relevan bila
ditujukan kepada ahli teknik perusahaan.
4. Ekonomis, informasi yang dihasilkan mempunyai manfaat yang lebih besar
dibandingkan dengan biaya mendapatkannya dan sebagian besar informasi
I_ Pengantar Sistem Informasi 3
tidak dapat tepat ditaksir keuntungannya dengan satuan nilai uang tetapi
dapat ditaksir nilai efektivitasnya.
1.3. Konsep Dasar Sistem Informasi
Informasi merupakan hal yang sangat penting bagi manajemen di dalam
pengambilan keputusan.
Definisi sistem informasi adalah :
suatu sistem di dalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan
pengolahan transaksi harian, mendukung operasi, bersifat manajerial dan
kegiatan strategi dari suatu organisasi dan menyediakan pihak luar tertentu
dengan laporan-laporan yang diperlukan.
Definisi lain sistem informasi adalah :
kerangka kerja yang mengkoordinasikan sumber daya (manusia dan komputer)
untuk mengubah masukan (input) menjadi keluaran (informasi) guna mencapai
sasaran-sasaran perusahaan.
1.4. Komponen Sistem Informasi
Komponen sistem informasi yang disebut blok bangunan yaitu :
blok masukan, blok model, blok keluaran, blok teknologi, blok basis data dan
blok kendali. Keenam blok tersebut saling berinteraksi satu dengan yang lainnya
membentuk satu kesatuan untuk mencapai sasarannya.
Blok masukan
mewakili data yang masuk ke dalam sistem informasi, termasuk metode dan
media untuk memperoleh data yang akan dimasukkan, yang dapat berupa
dokumen dasar.
Blok model
terdiri dari kombinasi prosedur, logika dan model matematik yang akan
memanipulasi/mentranspormasi data masukan dan data yang tersimpan dalam
basis data untuk menghasilkan keluaran yang diinginkan.
Blok keluaran
produk dari sistem informasi adalah keluaran berupa informasi yang
berkualitas.
I_ Pengantar Sistem Informasi 4
Blok teknologi
merupakan kotak alat ( tool-box) dalam sistem informasi. Teknologi terdiri dari
3 bagian utama yaitu teknisi(brainware), perangkat lunak (software) dan
perangkat keras (hardware). Teknisi dapat berupa orang-orang yang
mengetahui teknologi dan membuatnya beroperasi (operator komputer,
pemrogram, operator pengolah data, spesialis telekomunikasi, analis sistem).
Teknologi perangkat lunak berupa aplikasi-aplikasi perangkat lunak (program).
Teknologi perangkat keras berupa teknologi masukan (semua perangkat yang
digunakan untuk menangkap data seperti : keyboard, scanner, barcode),
teknologi keluaran (perangkat yang dapat menyajikan informasi yang dihasilkan
seperti : monitor, printer), teknologi pemroses (komponen CPU), teknologi
penyimpanan (semua peralatan yang digunakan untuk menyimpan data seperti
: magnetik tape, magnetik disk, CD) dan teknologi telekomunikasi (teknologi
yang memungkinkan hubungan jarak jauh seperti internet dan ATM)
Blok basis data
merupakan kumpulan dari file data yang saling berhubungan yang diorganisasi
sedemikian rupa agar dapat diakses dengan mudah dan cepat.
Blok kendali
Pengendalian perlu dirancang dan diterapkan untuk menyakinkan bahwa halhal
yang dapat merusak sistem dapat dicegah atau bila terlanjur terjadi
kesalahan dapat langsung diatasi.
1.5. Jenis-jenis Sistem Informasi
Sistem informasi dikembangkan untuk tujuan yang berbeda-beda, tergantung
pada kebutuhan bisnis. Sistem informasi dapat dibagi menjadi beberapa bagian
(gambar 1) :
1. Transaction Processing Systems (TPS)
TPS adalah sistem informasi yang terkomputerisasi yang dikembangkan
untuk memproses data dalam jumlah besar untuk transaksi bisnis rutin
seperti daftar gaji dan inventarisasi. TPS berfungsi pada level organisasi
yang memungkinkan organisasi bisa berinteraksi dengan lingkungan
eksternal. Data yang dihasilkan oleh TPS dapat dilihat atau digunakan oleh
manajer.
I_ Pengantar Sistem Informasi 5
2. Office Automation Systems (OAS) dan Knowledge Work Systems (KWS)
OAS dan KWS bekerja pada level knowledge. OAS mendukung pekerja data,
yang biasanya tidak menciptakan pengetahuan baru melainkan hanya
menganalisis informasi sedemikian rupa untuk mentransformasikan data
atau memanipulasikannya dengan cara-cara tertentu sebelum
menyebarkannya secara keseluruhan dengan organisasi dan kadang-kadang
diluar organisasi. Aspek-aspek OAS seperti word processing, spreadsheets,
electronic scheduling, dan komunikasi melalui voice mail, email dan video
conferencing.
KWS mendukung para pekerja profesional seperti ilmuwan, insinyur dan
doktor dengan membantu menciptakan pengetahuan baru dan
memungkinkan mereka mengkontribusikannya ke organisasi atau
masyarakat.
3. Sistem Informasi Manajemen (SIM)
SIM tidak menggantikan TPS , tetapi mendukung spektrum tugas-tugas
organisasional yang lebih luas dari TPS, termasuk analisis keputusan dan
pembuat keputusan. SIM menghasilkan informasi yang digunakan untuk
membuat keputusan, dan juga dapat membatu menyatukan beberapa fungsi
informasi bisnis yang sudah terkomputerisasi (basis data).
4. Decision Support Systems (DSS)
DSS hampir sama dengan SIM karena menggunakan basis data sebagai
sumber data. DSS bermula dari SIM karena menekankan pada fungsi
mendukung pembuat keputusan diseluruh tahap-tahapnya, meskipun
keputusan aktual tetap wewenang eksklusif pembuat keputusan.
5. Sistem Ahli (ES) dan Kecerdasan Buatan (AI)
AI dimaksudkan untuk mengembangkan mesin-mesin yang berfungsi secara
cerdas. Dua cara untuk melakukan riset AI adalah memahami bahasa
alamiahnya dan menganalisis kemampuannya untuk berfikir melalui problem
sampai kesimpulan logiknya. Sistem ahli menggunakan pendekatanpendekatan
pemikiran AI untuk menyelesaikan masalah serta
memberikannya lewat pengguna bisnis. Sistem ahli (juga disebut knowledgebased
systems) secara efektif menangkap dan menggunakan pengetahuan
I_ Pengantar Sistem Informasi 6
seorang ahli untuk menyelesaikan masalah yang dialami dalam suatu
organisasi. Berbeda dengan DSS, DSS meningalkan keputusan terakhir bagi
pembuat keputusan sedangkan sistem ahli menyeleksi solusi terbaik
terhadap suatu masalah khusus. Komponen dasar sistem ahli adalah
knowledge-base yaikni suatu mesin interferensi yang menghubungkan
pengguna dengan sistem melalui pengolahan pertanyaan lewat bahasa
terstruktur dan anatarmuka pengguna.
6. Group Decision Support Systems (GDSS) dan Computer-Support
Collaborative Work Systems (CSCW)
Bila kelompok, perlu bekerja bersama-sama untuk membuat keputusan
semi-terstruktur dan tak terstruktur, maka group Decision support systems
membuat suatu solusi. GDSS dimaksudkan untuk membawa kelompok
bersama-sama menyelesaikan masalah dengan memberi bantuan dalam
bentuk pendapat, kuesioner, konsultasi dan skenario. Kadang-kadang GDSS
disebut dengan CSCW yang mencakup pendukung perangkat lunak yang
disebut dengan “ groupware” untuk kolaborasi tim melalui komputer yang
terhubung dengan jaringan.
7. Executive Support Systems (ESS)
ESS tergantung pada informasi yang dihasilkan TPS dan SIM dan ESS
membantu eksekutif mengatur interaksinya dengan lingkungan eksternal
dengan menyediakan grafik-grafik dan pendukung komunikasi di tempattempat
yang bisa diakses seperti kantor.
I_ Pengantar Sistem Informasi 7
ESS
GDSS
CSCWS
Sistem Ahli
Decision Support Systems
Sistem Informasi Manajemen
Knowledge Work Systems
Office Automation Systems
Transaction Processing Systems
Gambar 1. Jenis-jenis Sistem
Contoh sistem informasi antara lain :
1. Sistem reservasi penerbangan, digunakan dalam biro perjalanan untuk
melayani pemesanan/pembelian tiket.
2. Sistem POS (Point Of Sale) yang diterapkan di pasar swalayan dengan
dukungan barcode reader untuk mempercepat pemasukan data.
3. Sistem layanan akademis yang memungkinkan mahasiswa memperoleh data
akademis dan mendaftar mata kuliah yang diambil pada tiap semester.
4. Sistem penjualan secara kredit agar dapat memantau hutang pelanggan
yang jatuh tempo.
5. Sistem smart card yang dapat digunakan tenaga medis untuk mengetahui
riwayat penyakit pasien.
Kemampuan utama sistem Informasi
6. melaksanakan komputasi numerik, bervolume besar dan dengan kecepatan
tinggi.
7. menyediakan kominukasi dalam organisasi atau antar organisasi yang
murah.
8. menyimpan informasi dalam jumlah yang sangat besar dalam ruang yang
kecil tetapi mudah diakses.
I_ Pengantar Sistem Informasi 8
9. memungkinkan pengaksesan informasi yang sangat banyak diseluruh dunia
dengan cepat dan murah.
10. meningkatkan efektifitas dan efisiensi orang-orang yang bekerja dalam
kelompok dalam suatu tempat atau beberapa lokasi.
11. mengotomatisasikan proses-proses bisnis dan tugas-tugas yang dikerjakan
secara manual.
12. mempercepat pengetikan dan penyuntingan.
13. pembiayaan yang lebih murah daripada pengerjaan secara manual.
1.6. Pengembangan Sistem Informasi
Pengembangan sistem dapat berati menyusun suatu sistem yang baru
untuk menggantikan sistem yang lama secara keseluruhan atau memperbaiki
sistem telah ada. Sistem yang lama perlu diperbaiki/diganti disebabkan
beberapa hal, yaitu :
1. Adanya permasalahan-permasalahan yang timbul di sistem yang lama,
permasalahan yang timbul dapat berupa ketidakberesan, pertumbuhan
organisasi,
2. Untuk meraih kesempatan-kesempatan.
3. Adanya instruksi-instruksi (dari pimpinan atau dari luar organisasi misalnya
pemerintah).
Pengembangan sistem informasi yang berbasis komputer dapat merupakan
tugas kompleks yang membutuhkan banyak sumber daya dan dapat memakan
waktu yang lama untuk menyelesaikannya.
1.7. Analis Sistem
Definisi Analisis Sistem
Menurut Yogiyanto (1995) analisis sistem adalah penguraian dari suatu sistem
informasi yang utuh kedalam bagian-bagian komponennya dengan maksud
untuk mengidentifikasikan dan mengevaluasi permasalahan, kesempatan,
hambatan yang terjadi dan kebutuhan yang diharapkan sehingga dapat
diusulkan perbaikan.
I_ Pengantar Sistem Informasi 9
Menurut Kristanto (2003) analisis sistem adalah suatu proses mengumpulkan dan
menginterpretasikan kenyataan-kenyataan yang ada, mendiagnosa
persoalan dan menggunakan keduanya untuk memperbaiki sistem.
Analis Sistem
Menurut Yogiyanto (1995) analis sistem (analis informasi) adalah orang yang
menganalis sistem (mempelajari masalah-masalahan yang timbul dan
menentukan kebutuhan pemakai sistem) untuk mengidentifikasikan
pemecahan permasalahan tersebut.
Menurut Kristanto (2003) analis sistem adalah orang yang mempunyai
kemampuan untuk menganalisis sebuah sistem, memilih alternatif
pemecahan masalah dan menyelesaikan masalah tersebut dengan
menggunakan komputer.
Peranan Analis Sistem
Analis sistem secara sistematis menilai bagaimana fungsi bisnis dengan cara
mengamati proses input dan pengolahan data serta proses output informasi untuk
membantu peningkatan proses organisasional. Dengan demikian, analis sistem
mempunyai tiga peranan penting, yaitu :
1. Sebagai konsultan
2. Sebagai ahli pendukung
3. Sebagai agen perubahan
Tugas Analis Sistem
Adapun tugas-tugas yang dilakukan oleh seorang analis sistem adalah :
1. mengumpulkan dan menganalisis semua dokumen, file, formulir yang
digunakan pada sistem yang telah berjalan.
2. menyusun laporan dari sistem yang telah berjalan dan mengevaluasi
kekurangan-kekurangan pada sistem tersebut dan melaporankan semua
kekurangan tersebut kepada pemakai sistem.
3. merancang perbaikan pada sistem tersebut dan menyusun sistem baru.
4. menganalisis dan menyusun perkiraan biaya yang diperlukan untuk sistem
yang baru dan memberikan argumen tentang keuntungan yang dapat
diperoleh dari pemakian sistem yang baru tersebut.
5. mengawasi semua kegiatan terutama yang berkaitan dengan sistem yang
baru tersebut.
I_ Pengantar Sistem Informasi 10
I_ Pengantar Sistem Informasi 11

ADSI I (Tugas)

TUGAS ASI II (Part II)
Nim : 03201123
Nama : Yudha Ari Nurhamid


PERTANYAAN

1. Jelaskan istilah system informasi dibawah ini :
a. Data
b. Informasi
c. System
d. System Informasi
2. Tahapan-tahapan perancangan system informasi
3. Sebut & Jelaskan tipe-tipe system informasi

JAWABAN

1. Istilah system informasi
a. Data berupa catatan historis yang dicatat dan diarsipkan tanpa maksud dan segera diambil kembali untuk pengambilan keputusan
b. Informasi adalah data yang telah diolah menjadi sebuah bentuk yang berarti bagi penerimanya dan bermanfaat bagi pengambilan keputusan saat ini atau saat mendatang.
c. Sistem mengandung dua pengertian utama yaitu:
• Merupakan suatu kesatuan dari beberapa subsistem atau elemen definisi yang menekankan pada komponen atau elemennya
• Merupakan suatu prosedur untuk mencapai tujuan definisi yang menekankan prosedurnya.
Definisi yang menekankan pada komponennya menerangkan bahwa sistem adalah komponen-komponen atau subsistem-subsistem yang saling berinteraksi, dimana masing-masing bagian tersebut dapat bekerja secara sendiri-sendiri (independen) atau bersama-sama serta saling berhubungan membentuk satu kesatuan sehingga tujuan atau sasaran sistem tersebut dapat tercapai secara keseluruhan.
Definisi yang menekankan pada prosedurnya: sistem adalah suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama untuk melakukan suatu kegiatan atau untuk menyelasaikan suatu sasaran tertentu.
d. Sistem informasi merupakan sekumpulan elemen yang saling berhubungan satu sama lain untuk membentuk satu kesatuan yang menggabungkan data, memproses, menyimpan, mendistribusikannya, sehingga dapat digunakan sebagai bahan dalam pengambilan keputusan dan mengendalikannya

2. Tahapan-tahapan perencanaan system informasi
• Perencanaan (Planning), proses untuk memikirkan secara matang dan bijaksana serta menetapkan sasaran serta tindakan berdasarkan metoda yang paling baik.
• Pelaksanaan (Organizing), proses untuk menata dan menetapkan pekerjaan dan sumber daya manusia yang ada.
• Pengendalian (Controlling), proses untuk memastikan bahwa aktivitas organisasi sesuai dengan metode atau prosedur yang telah ditetapkan.

3. Tipe-tipe system informasi:
• Sistem Informasi menurut Level Organisasi
• Sistem informasi departemen
Contoh : Sistem Informasi SDM (HRIS)
• Sistem informasi perusahaan (enterprise information system)
Contoh : sistem informasi perguruan tinggi
• Sistem informasi antarorganisasi
Contoh : eCommerce
• Sistem Informasi menurut Sistem Informasi menurut Level Organisasi
• Sistem informasi pribadi
• Sistem informasi kelompok kerja (workgroup information system)
• Sistem informasi perusahaan (enterprise information system)
• Sistem Informasi Fungsional
• Sistem Informasi Akuntansi (accounting information system)
o SI yang menyediakan informasi yang dipakai oleh fungsi akuntansi (departemen/bagian Akuntansi)
o Mencakup semua transaksi yang berhubungan dengan keuangan dalam perusahaan
• Sistem Informasi Keuangan (finance information system)
o SI yang menyediakan informasi pada fungsi keuangan yang menyangkut keuangan perusahaan.
o Misal : Cash Flow dan informasi pembayaran
• Sistem Informasi Manufaktur (manufacturing / production information system)
o SI yang bekerja sama dengan SI lain untuk mendukung manajemen perusahaan (perencanaan maupun pengendalian) dalam menyelesaikan masalah yang berhubungan dengan produk atau jasa yang dihasilkan
o Misal : data bahan mentah, profil vendor baru, jadwal produksi
• Sistem Informasi Pemasaran (marketing information system)
o SI yang menyediakan informasi yang dipakai oleh fungsi pemasaran
o Misal : ringkasan penjualan
• Sistem Informasi SDM (human resources information system)
o SI yang menyediakan informasi yang dipakai oleh fungsi personalia
o Misal : informasi gaji, ringkasan pajak, tunjangan-tunjangan, kinerja pegawai
• Sistem Informasi berdasarkan dukungan yang tersedia
• Sistem Pemrosesan Transaksi (transaction processing system atau TPS)
• Sistem Informasi Manajemen (management information system atau MIS)
• Sistem Otomasi Perkantoran (office automation system atau OAS)
• Sistem Pendukung Keputusan (decission support system atau DSS)
• Sistem Informasi Eksekutif (executive information systematau EIS)
• Sistem Pendukung Kelompok (group support system atau GSS)
• Sistem Pendukung Cerdas (intelligent support system atau ISS)